Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • January 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Poligami vs Poliandri

Posted by fajr on January 16, 2009

Berbicara masalah Poligami pun Poliandri”, hmm,,  gak ada habisnya sob. Memang secara agama dilegalkan, namun bagaimana bila menyangkut hal lain??  Tentunya masing2 pribadi punya persepsi sendiri. Selama ini terkesan Poligami lah yang digadang-gadangkan, namun bagaimana jika keadaanya dibalik? akankah ada yang mau berpoliandri?? Berikut ini ada salah satu persepsi & opini bila dilihat dari Poliandri. Kiranya bisa menjadi bahan renungan tuk kita.

Waktu itu lagi asiik ngbrol ama temen cewek yang rencananya mau nikah bulan2 ini .. sampe akhirnya  ngomongin tentang poligami …. komentarnya memang agak nyebrang … malahan jadi ngebahas poliandri katanya gini nih ..

‘Menurut daku, yang diperlukan oleh seorang anak bukanlah siapakah lelaki yang menyumbangkan sperma untuk membuat dirinya, tapi siapakah yang berperan sebagai sosok seorang ayah sesungguhnya dalam pertumbuhannya. ‘

Justru dengan sistem 4 ayah 1 ibu, anak-anak diuntungkan karena lebih banyak yang melindungi mereka jika ada apa-apa. Bahkan mungkin ada baiknya jika ke-empat ayah tersebut mengatur shift kerja mereka sehingga setidaknya ada ayah yang selalu berjaga di rumah setiap saat. Menjaga keluarga dari marabahaya. (Misal: Kalau ada perampok yang masuk rumah, setidaknya ada seorang lelaki dewasa yang akan melindungi ibu dan anak-anaknya).

Selain itu,4 ayah berarti adanya 4 tulang punggung keluarga. (EMPAT saudara-saudara! ! E-M-P-A-T!! bukan 1 atau 2 atau 3, tapi EMPAT sumber pemasukan keluarga!!)

Jadi secara keseluruhan, kesejahteraan keluarga menjadi lebih baik.  Biaya perawatan anakpun lebih terja! min. Jika yang 1 terkena PHK, masih ada 3 lainnya yang bekerja. Tentunya yang terkena PHK itu juga akan merasa gengsi dan malu terhadap 3 suami lainnya, sehingga ia akan berusaha mendapatkan kerja secepatnya.

Poliandri juga baik untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab, walaupun ada 4 pejantan yang siap membuahi, tapi pabrik anaknya cuma satu!! Jadinya ya dalam jangka panjang akan mengurangi jumlah penduduk dan anak-anak yang dibuatpun diharapkan lebih ‘berkualitas’. Ya itulah, karena biaya perawatan anak datang dari 4 sumber pemasukan. Intinya: turunkan kuantitas, naikkan kualitas!!

Kalau poligami bisa mengakibatkan persaingan di antara para istri dan anak-anaknya, poliandri mungkin bisa memberikan efek perdamaian. Sebab pada saat seorang anak tidak jelas siapa ayahnya (Pokoknya di antara 4 itu! Eh, diluar 4 itu juga bisa ding), maka para ayah akan tetap memberikan perhatian kepada si anak. Masing-masing ayah akan menganggap anak tersebut adalah anaknya. (Kalau di poligamikan, bisa ada resiko setiap anak membangga-banggakan ibunya doang dan menjelekkan ibu dari anak yang lain).

Para ayah tersebut punya teman untuk ngobrol malam-malam, teman untuk main catur, main panco (Kalau mau juga bisa buat turnamen kecil-kecilan) ataupun main kartu (Pas 4 orang! Cocok buat maen capsah, maen mahjong juga bisa). Nonton bola di rumah pun menjadi lebih semarak!

Dengan sistem 4 suami pula para pria bisa belajar menekan rasa egoisnya dengan saling berbagi, bertoleransi dan bersabar. Ingat, Tuhan suka orang sabar.

Rewelnya istri pun menjadi lebih berkurang. Bayangkan jika seorang suami punya 4 istri. Maka dalam 24 jam, akan ada 4 orang istri yang berpotensi untuk mengomel dan mengeluh di kuping suami. Tapi JIKA 4 suami 1 istri, maka rata-rata kemungkinan masing-masing suami di-rese-in istri adalah maksimal 6 jam sehari. (Dengan asumsi ngawur bahwa sang istri mengomel selama 24 jam non-stop) Sudah menjadi pengetahuan umum pula jika umur harapan hidup pria lebih pendek. Jadi, setidaknya jika seorang suami mati, sang istri tidak akan langsung menjadi janda, masih ada 3 orang suami yang menemani. Sementara jika sang istri yang mati, maka para suami bisa memilih untuk segera kawin lagi atau menjomblo. (Point bebek di sini: Kalau seorang wanita menjadi janda, maka ia lebih sulit untuk mencari suami daripada seorang duda mencari istri)

Sekarang mari kita tinjau dari sudut seksualitas. Sudah menjadi keluhan umum di rubrik konsultasi kalau banyak wanita gagal mencapai orgasme karena suami cepat selesai atau tidur begitu saja setelah mencapai puncak. Padahal pada umumnya, wanita itu lebih lambat Panas daripada pria. Nah. dengan adanya 4 suami, maka suami-suami tersebut bisa ber-estafet ria. Jika istri lambat panas dan blum panas-panas juga, maka jangan kuatir, masih ada rekan anda yang akan meneruskan perjuangan membawa istri menuju ke puncak kenikmatan. Menuju puncak gemilang cahaya, mengukir cinta, SEJUTA RASA.. Kyaaaaaaa.!! )

Poliandri secara sekilas juga sesuai dengan kodrat seks manusia. Laki-laki pada umumnya hanya dapat orgasme 1 kali lalu keabisan tenaga, sementara wanita bisa orgasme berkali-kali, (yes..yes..yes. .) bahkan organ seksualnyapun tidak usah membutuhkan persiapan terlalu banyak seperti halnya laki-laki.

Akhir kata, disimpulkan (lagi-lagi) secara SEPIHAK bahwa kalau memang HARUS memilih, maka poliandri ‘lebih baik’ daripada poligami.’

Nah loh …………

Ada pepatah mengatakan ;
‘Laki2 seperti botol coca cola : biar isi berceceran dimana2 yang penting botol dipulangin’.
‘ Perempuan seperti kulkas : biarpun gak kemana2, tapi dpt menyimpan
beberapa botol sekaligus di dalam nya’.
Setuju??

Peace sodara sodara!

—– Original Message —–

From: Endang Susana

 

polygamy_2
Membaca ini, saya pun tersenyum dan cukup masuk diakal memang,, pun secara logika (walau sedikit gokil). Kiranya itulah kira-kira persepsi dari  wanita. Sebagai seorang pria, saya sendiri belum terfikirkan maupun terbesit tuk berpoligami kelak. karena:

love63

Bagaimana dengan anda sob?

2 Responses to “Poligami vs Poliandri”

  1. tiska said

    huahahaha…..(>_<) postingan yg aneh…tp memang harus ditanggapi dengan bijak…hhhmmm boleh jg dicoba tuh…jadi???

  2. tiska said

    nice article…u guys wanna try????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: