Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • January 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Feb »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000

Posted by fajr on January 22, 2009

Sob, baru aja cek email dari salah satu milis, dapet cerita bagus yang kiranya bisa membuat kita sedikit tersenyum dan sejenak tuk merenung. Hmm, ada kisah apa ya dibalik 2 mata uang kita ini?? Simak ya!

Konon, uang seribu dan seratus ribu memiliki asal-usul yang sama tapi mengalami nasib yang berbeda. Keduanya sama-sama dicetak di PERURI dengan bahan dan alat-alat yang oke. Pertama kali keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu sama-sama bagus, berkilau, bersih, harum dan menarik. Namun tiga bulan setelah keluar dari PERURI, uang seribu dan seratus ribu bertemu kembali di dompet seseorang dalam kondisi yang berbeda.

clip_image002Uang seratus ribu berkata pada uang seribu :”Ya, ampyyyuunnnn. ……… darimana saja kamu, kawan? Baru tiga bulan kita berpisah, koq kamu udah lusuh banget? Kumal, kotor, lecet dan….. bau! Padahal waktu kita sama-sama keluar dari PERURI, kita sama-sama keren kan …..          Ada apa denganmu?”

Uang seribu menatap uang seratus ribu yang masih keren dengan perasaan nelangsa. Sambil mengenang perjalanannya, uang seribu berkata : “Ya, beginilah nasibku , kawan. Sejak kita keluar dari PERURI, hanya tiga hari saya berada di dompet yang bersih dan bagus. Hari berikutnya saya sudah pindah ke dompet tukang sayur yang kumal. Dari dompet tukang sayur, saya beralih ke kantong plastik tukang ayam. Plastiknya basah, penuh dengan darah dan taik ayam. Besoknya lagi, aku dilempar ke plastik seorang pengamen, dari pengamen sebentar aku nyaman di laci tukang warteg. Dari laci tukang warteg saya berpindah ke kantong tukang nasi uduk. Begitulah perjalananku dari hari ke hari. Itu makanya saya bau, kumal, lusuh, karena sering dilipat-lipat, digulung-gulung, diremas-remas. ……”

Uang seratus ribu mendengarkan dengan prihatin.: “Wah, sedih sekali perjalananmu, kawan! Berbeda sekali dengan pengalamanku. Kalau aku ya, sejak kita keluar dari PERURI itu, aku disimpan di dompet kulit yang bagus dan harum. Setelah itu aku pindah ke dompet seorang wanita cantik. Hmmm… dompetnya harum sekali. Setelah dari sana, aku lalu berpindah-pindah, kadang-kadang aku ada di hotel berbintang 5, masuk ke restoran mewah, ke showroom mobil mewah, di tempat arisan Ibu-ibu pejabat, dan di tas selebritis. Pokoknya aku selalu berada di tempat yang bagus.

Jarang deh aku di tempat yang kamu ceritakan itu. Dan…… aku jarang lho ketemu sama teman-temanmu. “

Uang seribu terdiam sejenak. Dia menarik nafas lega, katanya : “Ya. Nasib kita memang berbeda. Kamu selalu berada di tempat yang nyaman.

Tapi ada satu hal yang selalu membuat saya senang dan bangga daripada kamu!” “Apa itu?” uang seratus ribu penasaran.

“Aku sering bertemu teman-temanku di kotak-kotak amal di mesjid atau di tempat-tempat ibadah lain. Hampir setiap minggu aku mampir di tempat-tempat itu. Jarang banget tuh aku melihat kamu disana…..”

Donny Melianto
Electrical Engineer Maintenance Preventive Dept.
PT.SUMIDEN SERASI WIRE PRODUCT
JL.Pahlawan, Desa Karang Asem Timur
Kecamatan :Citeureup, Bogor 16810 Indonesia
Telp : 0 2 1- 8 7 5 4 7 0 6 ( Hunting ) Ext : 5 1 4  & 7 0 4
HP   : 0 8 1 2 – 1 1 1 – 3 0 7 9

clip_image004

Begitulah kiranya gambaran dari uang, ialah alat yang sehari-hari menemani kita, yang selalu bersama kita kemanapun kita pergi. Tak jarang terkadang membuat orang silau akannya. Kiranya kisah ini dapat menjadi renungan agar kita lebih bijak lagi terhadap uang, ‘mendapatkan tidak mudah, maka harus diperhatikan benar & bijaklah dalam pengunaannya”. Dan tak lupa tuk tetap tersenyum sob,,[=

“Ikhlas dari anda halal untuk kami”, lho??

2 Responses to “Balada Kisah Uang 1.000 Dan 100.000”

  1. sahroni x galva said

    ha..ha…ha…eh suka naro uang di masjid gak pak doni

  2. mengamalkan gitu?
    hehe, mudah2an pak Doni berhati Dermawan ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: