Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • February 2009
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    232425262728  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Bersyukur (Inspired by; a mAn which simply live)

Posted by fajr on February 11, 2009

Lirik berikut merupakan sequence ke-2 dari postingan , dalam bahasa Indonesia tentunya, kiranya lebih mudah dimengerti tanpa harus mencari kamus.

Bersyukur padaMu ya Rabbi

Atas segala anugerah yang telah kau beri

Bersujud padaMu ya rabbi

Akan nikmat yang kumiliki

Tak cukup semua pengabdianku

Tuk membalas ketulusanMu

Tak cukup semua sujudku

Tuk unkapkan rasa syukurku

Berserah diriku untukMu

Atas semua rezeki untukku

Berharap selalu ku padaMu

Akan semua angan dan citaku

Tak cukup waktuku

Tuk membalas ridhaMu

Tak cukup semua hartaku

Tuk membayar jasaMu

122007@mey

Saat membaca lirik ini, sobat kembali teringat akan suatu kejadian yang membuat hati ini terenyuh. Bagaimana tidak? Waktu ingin membeli makan siang di warung langganan (baca: Warteg), melihat seorang bapak makan siang dengan lahapnya. Taukah engkau sob? Apa yang bapak itu makan? Berbekal nasi yang dibawa dari rumah dalam tempat makanan, kiranya dapat menghemat pengeluaran sehingga saat waktu makan tiba hanya cukup membeli tempe goreng & sayur seadanya. Miris melihatnya, namun apa daya? Hanya terucap doa dalam hati, agar Ridho, berkah & diberikan kesehatan untuknya.

Tetapi apa yang terjadi saat menjelang hari Raya tiba, begitu banyak sang penyapu gadungan yang berada dijalan? (bukan maksud tuk berfikir negatif), kebetulan melihat secara langsung. Menyaksikan ini terkadang menjadi kesal. Sungguh tidak adil toh? sang bapak yang dengan gigihnya bekerja tapi dalam suatu waktu ada orang yang memanfaatkan kesempatan seenaknya.

Yang jelas jika kita memang berniat memberi, berikanlah dengan ikhlas & Ridho.

Berkaca dari bapak itu, membuatku tuk lebih bijak lagi. Bijak dalam menggunakan uang, bersyukurlah kita dengan apa yang telah kita dapat saat ini, walau kodrat manusia takkan pernah puas tetapi sudah sepatutnya tuk tidak selalu melihat keatas, lihatlah kebawah dan sekitarmu agar engkau dapat mengambil pelajaran darinya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: