Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • March 2009
    M T W T F S S
    « Feb   Apr »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Sebab-sebab lemah Iman

Posted by fajr on March 6, 2009

Sudah pada kodratnya keimanan seseorang mengalami naik turun, tiada yang sesempurna Rasul, maupun tiada yang stabil layaknya malaikat. Oleh karenanya perlu diketahui mengapa Iman seserang itu bisa naik dan turun.

Adapun hal-hal yang menyebabkan lemahnya iman sesorang adalah:

Pertama

Menjauhi lingkungan yang disitu sudah tercipta iklim keimanan hingga jangka waktu yang lama.

Kedua

Manjauhi pealajaran dari keteladanan yang baik.

Ketiga

Tidak mau mencari ilmu syariat dan tidak mau menggali buku orang-orang salaf yang memuat keimanan, yang bisa menghidupkan hati.

Keempat

Keberadaan orang muslim di tengah lingkungan yang diwarnai berbagai maksiat.

Kelima

Tenggelam dalam kesibukan duniawi, sehingga hati manusia menjadi hamba keduniaan tersebut.

Keenam

Sibuk mengurusi harta benda, istri dan anak-anak.

Ketujuh

Berangan-angan yang serba muluk-muluk.

Kedelapan

Berlebih-lebihan dalam masalah makan, tidur, berjaga pada waktu malam, berbicara dan bergaul.

Kedelapan hal itulah yang kiranya mempengaruhi turunnya kualitas keimanan seseorang. Sekarang bagaimana cara penyembuhan atau memperbaiki kualitas keimanan kita agar kembali sebagai orang yang bertakwa.

Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan tuk penyembuhan iman kita:

1. Menyimak Al-Qur’an

Menyimak kandungan Al-Qur’an yang telah diturunkan allah Azza Wa Jalla sebagai penerang bagi sesuatu dan cahaya yang ditunjukkan Allah kepada siapapun yang dikehendaki dari hamba-hambaNya.

2. Merasakan keagungan Allah

Disamping itu perlu juga mengetahui asma’ dan sifat-sifatNya, memikirkan makna-maknanya, menguatkan perasaan in di dalam hati hingga bisa mengimbas ke anggota tubuh agar bisa mengejawantahkannya, dengan cara mengamalkan apa yang telah diserap oleh hati.

3. Mencari ilmu syar’i

Maksudnya ialah mencari ilmu tang bisa menghasilkan rasa takut kepada Allah dan menambah bobot iman.

4. Mengikuti halaqah dzikir

Hal in ibisa menamah bobot iman karena beebrapa sebab yang bisa dihasilkannya, seperti dzikrullah, datangnya rahmat, turunnya ketentraman hati, para malaikat yang datang mengelilingi orang-orang yang berdzikir, kebanggaan para malaikat terhadap diri mereka, datangnya ampunan Allah bagi dosa-dosa meraka.

5. Memperbanyak amal saleh

Ini merupakan cara penyembuhan yang paling agung dan sekaligus merupakan perkara yang basar. Pengaruhnya untuk memperkuat iman sangat jelas.

  • Segera
  • Terus-menerus
  • Tidak merasa bosan
  • Mengulang amalan yang tertinggal dan terlupakan

Berharap amalnya diterima disertai kekhawatiran tidak diterimanya amal itu tentunya setelah disertai usaha dalam amal-amal shalih.

6. Melakukan berbagai macam ibadah

Diantara rahmat Allah dan hikmahNya ialah membuat berbagai macam ibadah atas diri kita, diantaranya ada yang berupa ibadah fisik (shalat), ibadah dengan materi (zakat), ibadah dengan memadukan keduanya secara bersama (haji).

7. Takut su’ul khatimah saat meninggal

Karena rasa takut seperti ini dapat mendorong seorang muslim untuk taat dan memperbarui iman di dalam dada. Tentang su’ul khatimah itu sendiri ada banyak sebabnya, diantaranya lemah iman dan tenggelam dalam berbagai kedurhakaan.

8. Banyak mengingat mati

Dengan mengingat mati bisa mendorong seseorang untuk menghindari barbagai kedurhakaan dan hatinya yang keras pun bisa menjadi lunak.

9. Mengingat keberadaan hari akhirat

Ibnul Qayim Rahimahullah telah berkata, “jika pikiran seseorang benar tentu dia akan mendapatkan bashirah, yaitu cahaya di dalam hati. Dengan cahaya in idia bisa mengetahui janji dan ancaman sorga dan neraka, apa yang dijanjikan Allah, bahwa ini untuk para waliNya dan yang itu untuk para musuhnya.

10. Berinteraksi dengan ayat-ayat yang berkaitan dengan peristiwa alam

Tidak dapt diragukan bahwa interaksi hati dengan fenomena-fenomena alam akan memperbaharui iman di dalamhati, mengingatkan kepada adzab Allah, kekuasaan, keagungan dan kekuatanNya.

11. Dzikrullah

Dzikrullah merupakan sesuatu yang diridhaiNya, menjauhkan syetan menyingkirkan kesusahan, mendtangkan rizki, membuka pintu ma’rifah, merupakan tanaman syurga, bisa mengenyahkan perkataan yang tergelincir, hiburan bagi orang-orang fakir yang menderita karena tidak mendapatkan shadaqah, lalu Allah menggantinya dengan dzikir dan sekaligus merupakan cermin ketaatan seseorang.

Melalaikan dzikrullah adalah kematian hati.

12. Bermunajat kepada Allah pasrah kepadaNya

Selagi seseorang banyak pasrah dan tunduk, niscaya dia akan lebih dekat dengan Allah. Karena sujud ini mencerminkan ketundukan dan kepasrahan, sehingga tidak ada lagi sisa untuk merendahkan diri. Tatkala seseorang menempelkan dahinya di bumi, padahal dia berkedudukan yang paling tinggi di bumi, pada saat itulah dia dalam keadaan yang paling dekat dengan rabbNya.

13. Tidak berangan-angan secara muluk-muluk

Ini sangat penting sekali unbtuk memperbaharui iman karena seseorang tidak boleh berangan-angan seraya berkata, “aku akan hidup dan hidup terus”.

14. Memikirkan kehinaan dunia

Seseorang harus berfikir seperti ini, sehingga ketergantungan kepada dunia bisa lenyap dari hatinya.

15. Mengagungkan hal-hal yang terhormat di sisi Allah

Dalam kaitannya dengan cara untuk memperbaharui iman di dalam hati. Hurumatullah adalah hak-hak Allah, yang boleh jadi ada pada diri manusia., boleh jadi ada di susatu tempat dan boleh jadi ada di duatu masa tertentu. Dia antara pengagungan hurumatullah pada diri manusia adalah memenuhi hak Rasulullah SAW umpamanya, dan diantara pengagungan syiar-syiar Allah di berbagai tempat suci dan pada bulan ramadhan. Di antara pengagum hurumatullah ialah tidak meremehkan dosa-dosa kecil.

16. Al-Wala wal Bara

Artinya saling tolong-menolong dan loyal ke[ada sesama mukmin dan memusuhi orang kafir. karena jika hati seseorang bergantung pada musuh Allah, tentu ia akan sangat lemah dan makna akidah di dalamnya akan mencair. Namun jika al wala dimurnikan hanya kepada Allah, loyal terhadap hamba-hamba Allah yang mukmin, membantu meraka dan memerangi musuh-musuh Allah serta membenci mereka, tentu hal in akan menghidupkan iman dalam hati.

17. Tawadhu

Tawadhu mempunyai peranan yang peraktis untuk memperbarui iman dan membersihkan hati dari kerak-kerak kesombongan. Sebab tawadhu dalam ucapan, perkataan dan penampilan menunjukkan kepada tawadhu hati karena Allah.

18. Amal Qalbi

Banyak alama Qalbi yang berfungsi memperbaharui iman dalam hati, seperti mencintai Allah, takut kepadaNya, berharap kepadaNya, ridha dan qadhaNya, bersyukur kepadaNya, taubat kepadaNya dan lain-lain.

19. Menghisab diri sendiri

Selagi orang Muslim mempunyai kesempatan yang longgar, maka dia harus meneliti,memperhatikan dan menghisab keadaan dirinya, apa yang telah diperbuatnya sebagai bekal untuk menghadapi hari akhirat.

20. Do’a

Berdo’a kepada Allah merupakan sebab yang paling kuat yang bisa dilakukan seorang hamba, sebagaimana yang dikatakan Nabi SAW: “iman itu dijadikan di dalam diri  salah seorang di anatara kamu sebagaimana pakaian yang dijadikan, maka memohonlah kepada Allah agar dia memperbaharui iman di dalam hatimu”.

Ya Allah kami memohon dengan asma dan sifatMu yang tinggi agar engkau berkenan memperbaharui iman di dalam hati kami. Ya Allah, jadikanlah iman sebagai kesenangan kami dan hiasan di hati kami serta buatlah kami membenci kufur, kusu’ dan kedurhakaan, jadikanlah kami termasuk dalam orang-orang yang mendapat petunjuk..

Mudah-mudahan setelah mengetahui gejala dari menurunnya keimanan, kita bisa menjadi mawas diri agar tidak terlarut. So, kenali gejalanya, segera tanggulangi dan sikapi dengan bijak. Sabar, tulus, ikhlas, ikhtiar, dalam melaksanakan segala sesuatu. Karena sesungguhnya tiada manusia yang sempurna..

 

faj;r al Bukhori

berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: