Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • May 2009
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Mencari Pasangan Hati

Posted by fajr on May 1, 2009

Alloh memberi kita sepasang kaki, tangan, mata dan telinga pada tubuh kita. Tapi mengapa Alloh hanya memberi kita satu hati ? Karena Alloh menyuruh kita mencari pasangannya.

Untaian kalimat ini adalah pesan pendek yang dikirimkan sahabat saya beberapa minggu yang lalu. Entah angin apa yang menyebabkan ia mengirimkan pesan itu. Memang kami sudah lama tidak bertemu. Biasanya setiap bulan bahkan setiap minggu kami bersua. Sekedar untuk bertukar kata ataupun mengurai makna.

Saya membalas itu dengan pernyataan yang agak ngeles.

Kita punya satu mulut, satu hidung, satu jantung, satu ginjal, satu… Sudah pengen nikah, nih ?

image

Usia kami memang sudah cukup matang untuk menggenapkan separuh agama. Ancang-ancang persiapan sih, memang sudah dilakukan. Tapi yang namanya jodoh itu kan misteri. Bukan seperti beli pakaian di Mall. Tinggal pilih, bayar, bawa pulang, lalu pakai. Tidak segampang itu.

Mencari pasangan terkadang seperti ikut undian berhadiah. Ada yang sekali kirim langsung mendapat berkah. Ada juga yang berkali-kali harus mendapatkan kertas bertuliskan “ANDA BELUM BERUNTUNG!” Namun semakin sering mencoba dan semakin sering mengirimkan undian, kesempatan menang pasti akan semakin besar.

Beberapa teman yang baru lulus kuliah dimudahkan olehNya. Mereka langsung menemukan pasangan hidup dan menjalani indahnya hidup berumah tangga. Padahal secara finansial mereka belum punya penghasilan tetap, tapi tetap berpenghasilan. Dan sekarang saya dengar mereka sudah menimang buah cinta kasihnya, seorang mahluk mungil nan lucu penghibur hati.

Ada lagi teman yang sudah bekerja di perusahaan nasional ternama dengan jenjang karir menjanjikan, malah berkali-kali menemukan sandungan. Beberapa kali menjalani proses menuju pelaminan, tidak berhasil. Ada saja hambatannya. Dari pihak keluarga si temanlah, visi misi hidup yang tak sejalanlah, sampai masalah pekerjaan si teman yang kata calon pasangannya kurang syar’i dari kacamata islam. Si teman sering pesimis dan mengeluh “kalau begini terus mending gua nggak usah mikirin nikah dulu, deh.” Saya hanya tersenyum mendengar ungkapan hatinya itu. Ternyata harta dan tahta bukan jaminan menemukan pasangan hidup.

Saya cuma bisa menyemangatinya “tetap optimis dong. Siapa tahu ini adalah ujian supaya kamu dapat yang terbaik dariNya.” ujar saya. Terdengar sok bijak sekali, ya ?

Tapi memang begitu kan kenyataannya. Jalan orang menemukan pasangan berbeda-beda. Ada yang lancar, lurus, bebas hambatan seperti jalan tol, ada juga yang berliku-liku dan penuh onak duri layaknya mendaki gunung merapi. Apapun yang diberikanNya pada kita, pasti itulah yang terbaik. Laki-laki baik hanya untuk perempuan baik dan laki-laki bejat untuk perempuan bejat. Saya sangat percaya akan hal itu.

Tetap semangat sob percayalah akan Qodo & Qodar Alloh karena hanya dialah tau yang terbaik untuk kita, siapa? kapan? dan dimana? saat itu akan tiba. 

Sobat sedikit menambahkan;

Bahwasannnya Pernikahan itu janganlah dilandasi dengan Nafsu, kalo boleh memilah2 nafsu sbb:

– nafsu yg negatif

– nafsu (karena melihat lingkungan sekelilingnya sudah menikah, jadi ikut2an)

– nafsu (karena sudah didorong oleh orang lain, misalnya orang tua)

– nafsu (karena dirinya sudah merasa berumur, sehinnga terburu2 ingin menikah)

– dan nafsu2 lainnya

Sementara dari dirinya sendiri belum siap tuk membina sebuah keluarga. Jadi alangkah baikknya kita berkaca, apakah memang diri kita sudah benar-benar siap menikah? atau hanya karena nafsu2 belaka?

Dan yang menurut saya adalah sebuah alasan yang klise bahwasannya orang “ingin mencari yang terbaik” (alih2 sebagai acuan dia menikah). Padahal Alloh SWT sudah berjanji bahwasannya; “orang yang baik akan mendapatkan jodoh yang baik pun sebaliknya”. Jadi saya kurang sepaham jika mendengar orang berucap seperti itu, sebaiknya introspeksi diri apakah dirinya sudah menjadi baik tuk mendapatkan yang baik, apalagi yang terbaik???

Semoga Alloh mengirimkan kita kekasih yang baik hati..

Agar kelak nanti kita bisa membina keluarga yang “Sakinah, Mawaddah Warrahmah & selalu mendapat RidhoNya. Amin..

Blog Entry

Mencari Pasangan Hati

for everyone

Sobat Al Bukhori

berbagai sumber

6 Responses to “Mencari Pasangan Hati”

  1. Satrion said

    nuuuaaffsu lihat cewe cakep.

  2. Rheen@ ألطَاف said

    Amiinnn..

  3. kawaii said

    hihihi…curhat colongan tuh….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: