Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • July 2009
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Di mana keadilan di Negri ini??

Posted by fajr on July 3, 2009

*maaf kalo lirik ini gak sempurna, karena dibuat juga baru saja sesaat setelah tulisan ini mau rilis๐Ÿ˜€

Wahai calon pemimpin negeri..

Lihatlah negeri kita ini

Usah kau banyak mengumbar janji.

Tapi lihatlah kenyataan yang terjadi..

Masih adakah keadilan di negeri ini??

 

Kemarin tepatnya 02 Juli 2009. Kamis siang itu sobat pergi ke kantor Pos untuk mengirimkan Wesel ke saudara di kampung halaman. Singkat cerita setelah proses pengiriman wesel sobat selesai. Datang seorang ibu-ibu yang berusia sekitar 40-50thn.

Ibu : Mas mau tanya, kalo loket 7 (tujuh) disebelah mana?

Sobat: Disini bu, ada apa ibu? apa mau ambil wesel?

Ibu : Tidak, saya mau kirim wesel.

Sobat : Oooh, silahkan, ibu mengisi form dulu, kataku mencoba menjelaskan bersama dengan seseorang disebelah.

Ibu : Nggak ngga usah saya sudah bawa..

Sobat & orang disebelah: ……….?? *sambil melirik secarik kertas bawaan di genggaman ibu.

Iya, Tapi ibu harus nulis dahulu di formulir pengiriman.

Ibu : Ini saya sudah bawa alamatnya lengkap, persis seperti ini.

Sobat : ….??~!@#$% *makin bingung.. (jangan-jangan Ibu ini takut melihat sobat, apa raut muka menakutkan ya? apa seperti Preman? padahal berhati Roman lho..)๐Ÿ˜€

*disebelah pun ada orang yang bingung melihat reasksi ibu tadi. Tentu dalam pikiran kami sama, si Ibu mau mengirim surat tapi kok nggak mengisi form wesel ya? kalo bawa dari rumah tapi secarik kertas itu terlihat lusuh & kucel.

Sobat : *kembali bertanya. Ibu kalo mau mengirim wesel ya harus isi dan menulis di formulir bu..

Ibu : Tidak, nanti saja Ibu ke mba petugas saja. Saya tidak bisa baca tulis…

Sobat & orang disebelah tadi: Sontak kaget dan terkejut mendengar ucapan si Ibu. Tadinya aku berniat membantu tetapi karena aku sedang terburu-buru dan lagipula si ibu juga nampakknya enggan ya akhirnya aku memutuskan tuk kembali ke kantor. 

Dari kejadian itu, tentunya kami berfikir dan bertanya-tanya bagaimana mungkin di zaman seperti sekarang ini yang konon era milenium ternyata masih ada orang yang tidak bisa baca & tulis. Terlebih sobat menemukan di Ibukota negara, sungguh miris & ironi hati ini.

Dimanakah janji dan komitmen para pengurus negeri ini ditambah dengan janji-janji dari Calon Pemimpin negeri kita yang akhir-akhir ini santer terdengar baik dimedia maupun kita saksikan secara langsung saat mereka melakukan kampanye dan orasi. Terbentang spanduk dan baliho di sepanjang jalan di negeri kita beberapa waktu belakangan ini. Tak jarang pula dalam menggelar kampanye digelar sedemikian megah dan dahsyatnya. Apakah ini yang dinamakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?

Sepertinya juga terdengar dan sering melintas iklan di televisi tentang adanya Sekolah Gratis. Apakah sudah terealisasi dengan benar atau baru sekedar wacana?!

Beberapa waktu lalu, sobat sendiri menemukan kasus dimana anak yang mau masuk Sekolah Dasar pun sulit. Bahkan tersiar kabar bahwasannya untuk masuk ke Sekolah Dasar Negri harus membayar sejumlah uaag agar langsung diterima dan masuk pada sekolah tersebut. Mungkin jika uang yang dimaksud adalah sumbangan pembangunan masih bisa ditorelir. Nyatanya sekarang SD, SMP, SMA lulus pakai wisuda? bila tak ikut wisuda/ membayar ijazah bisa ditahan. Apa urgensinya melakukan wisuda bagi kalangan anak sekolah?? Namun jika hanya menjadi ajang tuk mencari kesempatan bagi sebagian pihak sungguh perbuatan yang tidak terpuji sebagai di dalam dunia pendidikan dan kalangan pendidik itu sendiri.

Maka ini kini saatnya kita berbenah dan bertidak dalam mengatasi pendidikan ini, kiranya siapapun pemimpinnya kelak bisa menyelesaikan masalah yang satu ini. Walau bagaimanapun pendidikan adalah penting dan wajib hukumnya sebagai menuju cita-cita bangsa yang ingin maju. Tak usahlah memikirkan masalah yang jauh lebih kompleks dan mengumbar janji yang kiranya sulit tuk direalisasikan. Kalau dalam Undang-Undang Dasar 45 salah satu paragraf jelas tertulisakan bahwasannya; Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Kiranya jika para pemimpin berpegang teguh pada Pandasila dan Undang-Undang Dasar serta dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan yang nyata, negri dan bangsa kita akan aman, damai, sejahtera, maju dan mandiri. Harapan sobat, dalam menyambut Pemilihan Presiden yang akan berlangsung 5 hari lagi akan melahirkan pemimpin yang amanah, jujur dan dapat membawa negri kita ini kepada keadilan sosial yang sesungguhnya. Amin..

Pesan sobat: Tentukan pilihanmu, demi kemajuan bangsa kita untuk 5 tahun kedepan. Mari kita belajar tuk memberikan kepercayaan kepada orang lain.

 

 

salamaineshangat & jabaterat

sobat

2 Responses to “Di mana keadilan di Negri ini??”

  1. Rheen@ ุฃู„ุทูŽุงู said

    ini dia calon-calon penerus bangsa,,
    “lebih cepat lebih baik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: