Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • September 2009
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Oleh-oleh dari Djogdja (episode ke-2)

Posted by fajr on September 2, 2009

>>> lanjutan episode sebelumnya.. .kolobok

IMG_0005Pagi harinya, sekitar jam 4.40 sudah tiba di Sta. Tugu Yogyakarta walau melewati malam yang kurang indah pengalaman pertama di kereta Eksekutif, tapi setidaknya lebih baik dari kereta Ekonomi dan Bisnis, dimana di KA. Ekonomi kadang harus terinjak penjaja makanan, pengamen dan dengan segala kekurangannya. Sobat langsung bergegas ke Masjid untuk menunaikan kewajiban sholat Shubuh serta bersyukur diberi keselamatan selama dalam perjalanan dari Jakarta sampai ke Yogyakarta.

Setelah sholat, sobat beristirahat sejenak menikmati sejuknya hawa pagi di kota Budaya ini dan mengingat hari itu adalah tanggal 17 Agustus 2009 seraya syukurku tersirat dalam hati; ini adalah hari perayaan kemerdekaan bangsa tercintaku yang ke 64th. Lalu kududuk di salah satu peron untuk menikmati roti yang kubawa sebagai bekal perjalanan kemarin karena rasa lapar terasa karena malam tidak makan (kiranya dapat jatah makanan ternyata tidak..)

IMG_0009 IMG_0006 

IMG_0012

Jam 5.45 akupun beranjak meninggalkan sta. Tugu tuk menuju rumah. tadinya berniat naik Taksi, tapi ternyata hari sudah cukup terang kiranya bus umum sudah ada. Sempat ditawari naik ojek dengan ongkos Rp.15.000,- sampai ke rumah (awalnya ditawari 20 rb, tapi tukang ojek menurunkan tarifnya). Pikirku kasian juga bapak kalo narik jarak yang cukup jauh hanya diupahi segitu, lagipula dingin di jalan dan aku sendiri masih ingin menikmati suasana pagi ini sambil mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi. ICQ 6 Smiles

IMG_0014 IMG_0017

IMG_0024Akhirnya aku memutuskan tuk naik Trans Jogja, yang memang belum ada waktu jaman aku masih sekolah dulu dan saat terakhir aku pulang kemarin juga belum beroperasi, tarif cukup murah Rp. 3.000,-. Sama halnya seperti Trans Jakarta/Busway, tetapi di sini tidak dibuatkan jalur khusus seperti di Jakarta karena tingkat kepadatan kendaraan disini juga berbeda, dimana lebih didominasi oleh sepeda motor. Kala itu sobat menggunakan trayek 3A dengan tujuan Terminal Bus Yogyakarta – Giwangan. Menempuh perjalanan sekitar 40′ kondisi jalan yang memang sepi karena libur, hanya sempat sesekali melihat anak sekolah yang naik bus ini untuk mengikuti upacara 17an. Cukup nyaman berada di dalam Trans Jogja ini, melewati jalan suduk kota yang sudah tak asing lagi bagiku. Terhanyut aku akan nostalgi.. .смайлики

IMG_0019 IMG_0018

IMG_0020 IMG_0021

Jam 6.30 sudah tiba di Terminal baru Yogyakarta, dulunya di kawasan Tungkak – Beringharjo (tengah kota). Sejak setahun belakangan dipindahkan ke pinggir kota (Ringroad Selatan – Giwangan). Dari situ sobat melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Bantul. Menempuh perjalanan sekitar 30′ lalu turun tepat di depan gardu Pusat Gerabah Kasongan. Perjalanan belum berakhir disini karena masih harus masuk ke dalam menuju sebuah Perumahan yang terletak ditengah sawah dan diantara bukit, menempuh perjalanan sekitar 10′ naik ojek, tarifnya Rp.6.000,-. Barulah sobat sampai di kediaman ayah di Perumahan Kasongan Permai. Waktu menujukkan pukul 7.00 pagi saat tiba dirumah, hanya ada Ibu, ayah sedang mengantar adik ke sekolah. Tak berselang lama ayah pun datang, temu kangen pun berlangsung singkat, dilanjut sarapan dan aku pergi mandi serta istirahat sejenak. Sorenya aku beranjak ke Mrisi, sebuah desa yang terletak di Selatan Pabrik Gula Madukismo. Disana banyak keluarga dari ibu yang tinggal jadi aku sempatkan diri tuk silaturahmi. Tak lama dari Mrisi, setelah sholat Isya aku kembali ke rumah ayah untuk mengikuti PEngajian Akbar jelang Romadhon di Masjid Al Muttaqien – Perumahan KasPer. ICQ 6 Smiles

IMG_0035 IMG_0026

IMG_0031 IMG_0033

Selesai mengikuti pengajian kira-kira jam 22.00, aku kembali ke rumah dan sebelum istirahat aku berbincang-bincang dengan ayah, membicarakan perkembangan dirumah, keluarga, kabar-kabari lainnya. Ini baru perbincangan babak pertama, karena pada babak ke-2 aku dan ayah membicarakan hal yang lebih menarik lagi… .

>>>>> bersambung…

salamanies hangat ICQ 6 Смайлики

my signature

dari beberapa sumber

2 Responses to “Oleh-oleh dari Djogdja (episode ke-2)”

  1. devy said

    jogja selalu ngangenin….

    btw, bukannya klo di KA eksekutif dapet makan? pengalaman saya pas ke jogja naik Taksaka siy dapet wlo udah dipenghujung malam, timingnya pas dagangan “mereka” udah selesai di gelar..😀

  2. iya, selalu rindu tuk pulang..
    dulunya dapet, tapi sejak bulan Agustus kemarin ditiadakan demi kenyamanan & keleluasaan penumpang, gitu kata operatornya😛
    hah?? pas daganga selesai digelar? maksud??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: