Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • December 2009
    M T W T F S S
    « Nov   Jan »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    28293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Jasa Ibu yang sering terlupakan

Posted by fajr on December 24, 2009

Walau hari ibu telah berlalu, sudah sepatutnya kita tidak boleh melupakan atas semua pengorbanan yang telah Ibu kita lakukan. Justru dengan hadirnya hari Ibu, harusnya bisa menjadikan kita tuk lebih sayang lagi terhadap beliau, bukan hanya sebatas seremonial semata.

Berikut ini ada kisah yang menarik untuk disimak.

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang.
Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi Dan ia mencium harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi ia tdk mempunyai uang.
Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata; “Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?” ”Ya, tetapi, aku tidak membawa uang” jawab Ana dengan malu-malu
“Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu” jawab is pemilik kedai. “Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu”.
Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang. “Ada apa nona?”
Tanya is pemilik kedai.
“tidak apa-apa” aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
“Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi!, tetapi,? Ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah Dan mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah”
“Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu kandungku sendiri” katanya kepada pemilik kedai.
Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang Dan berkata “Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini, aku hanya memberimu semangkuk bakmi Dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi Dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar dengannya”
Ana, terhenyak mendengar hal tersebut. “Mengapa aku tidak berpikir tentang hal tersebut? Untuk semangkuk bakmi dari orang yang baru kukenal, aku begitu berterima kasih, tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu IA menguatkan dirinya untuk segera pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, IA memikirkan kata-kata yang harus diucapkan kepada ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, IA melihat ibunya dengan wajah letih Dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana, kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah “Ana kau sudah pulang, cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam Dan makanlah dahulu sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya sekarang”. Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya Dan IA menangis dihadapan ibunya.
Sekali waktu, Kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd orang lain disekitar Kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada Kita. Tetapi kpd org yang sangat dekat dengan Kita (keluarga) khususnya orang tua Kita, Kita harus ingat bahwa Kita berterima kasih kepada mereka seumur hidup Kita.

Bagaimanapun, Kita tidak boleh melupakan jasa orang tua Kita. Seringkali Kita menganggap mereka merupakan suatu proses alami yang biasa saja. Tetapi kasih Dan kepedulian orang tua Kita adalah hadiah paling berharga yang diberikan kepada Kita sejak lahir. Pikirkanlah hal itu !!!
Apakah Kita mau menghargai pengorbanan tanpa syarat dari orang tua Kita?

Pada momentum Hari ibu ini, sobat mengucapkan Selamat Hari Ibu, semoga Kita termasuk bagian dari orang-orang yang berbakti kepada orang tua Kita,

khususnya Ibu Kita…

oleh: Sa’id Al-Ghamidy

image

(Spesial HARI IBU)

2 Responses to “Jasa Ibu yang sering terlupakan”

  1. Nia said

    iya, kadang hal special yang kita rasakan setiap hari itu membuat kita merasa bahwa hal itu tidak berarti lagi..
    Mari kita membiasakan diri untuk mengucap terima kasih dan mengungkapkan kasih sayang kita setiap hari kepada orang tua.
    Terimakasih ayah, ibu, aku sangat cinta dan sayang kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: