Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • August 2015
    M T W T F S S
    « Jan   Jan »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Perjalanan Wisata ke Curug Seribu

Posted by fajr on August 17, 2015

Halo Sob, apa kabar? Semoga semua dalam keadaan sehat selalu. Sebenarnya tulisan ini sudah ada dalam pikiran dari sejak pulang wisata, tapi baru ada kesempaan di tulis dan posting sekarang.

Kali ini saya akan membuat review tentang salah satu objek Wisata Air Terun atau yang biasa dikenal dengan nama Curug (Bahasa Sunda). Berlokasi di Bogor Barat, tepatnya di Desa Pamijahan Kawasan Wisata Gunung Salak Endah, atau kawasan Gunung Bunder

Waktu itu tanggal 21 Juni 2015, bertepatan dengan 4 Romadhon 1436H. Iya, betul sekali, bulan Puasa kami malah jalan-jalan ke Curug, mau tau bagaimana serunya yuuk, simak…

Curug Seribu merupakan salah satu keindahan Alam yang Alloh ciptakan diBumi ini, Jawa barat memang cukup terkenal mempunyai banyak Curug yang sangat indah. Selain Sukabumi yang mempunyai banyak objek wisata Curug, Bogor pun tak mau kalah dengan beberapa Curug di kawasan Gunung Salak Endah ini, salah satu yang cukup terkenal Curug Seribu ini, kenapa kami bisa sampai disini? Kebetulan saat itu kami berkunjung ke daerah Jasinga Bogor. Pas lewat jalur Bogor – Dramaga – Leuwiliang sempat lihat tulisan kawasan wisata. Jadilah ide wisata dadakan ini kami lakukan, mumpung sekalian jalan, walau dalam bulan Suci Romadhon, hehe.. kalau kata pepatah: “Sekali dayuh, 2 – 3 pulau terlewati”😀

Hari itu hari Sabtu malam 20 Juni, jadi cukup pas waktunya untuk berwisata. Lepas pulang dari Jasinga, kami putuskan untuk mampir ke kawasan wisata ini, berhubung waktu sudah larut malam, sekitar jam 20:00 -21:00 WIB. Kami memutuskan untuk mencari tempat penginapan didekat daerah wisata ini, agar esok paginya kami bisa langsung menuju lokasi. Dari Jalan Raya Bogor – Leuwiliang, kalau dari Rambu/Plang tertulis jarak -+18KM, Wow,, lumayan jauh juga. Sempat bertanya kepada orang daerah sana, dan katanya banyak penginapan dekat Objek Wisata. Gas pol, agar waktu tak semakin larut, -+ 30 menit kami tempuh jarak 18KM tadi bersama Paijo (Panther Ijo), akhirnya kami menemukan beberapa Villa yang cukup bagus, dan ternyata sudah ramai oleh pengunjung. Baru 3 lokasi yang kami cek untuk penginapan, berhubung harga & tempat belum cocok, jadilah kami lanjut perjalanan ke atas untuk mencari penginapan lain. Ternyata semakin naik, malah kami tidak menemukan Villa/Penginapan, walau ada Plang Vila Michael -+3KM. Tapi sampai melewati jalur extreme, kami pun belum menemukan Vila yang dimaksud ataupun vila yang lain. Malah bertemu pada satu titik rawan longsor, dilengkapi dengan rambu lalin Rawan Longsor, tanpa lampu disekitarnya, Gelap gulita bro.. Kebayang lah bagimana Spookynya, Kanan tebing yang rawan dan sebelah kiri Jurang menganga. Lihat jam -+ 21:00 WIB, sempat ingat ada tulisan Vila dibawah tadi, akhirnya kami putuskan untuk kembali turun ke bawah. Tanya warga sekitar yang masih berjaga di Pos Ronda, kebetulan bertemu dengan Mamang penjaga Vila, dan nggak jauh dari jalan utama menuju Objek wisata. Cek-cek sebentar, nego harga disepakati Rp.300,000/malam – Deal, sudahlah daripada pusing-pusing cari lagi, dan sepertinya ini vilanya cukup nyaman. Ternyata malah sepi, Cuma kami yang nginap disana, hehe,.😀 Ada juga kamar yang sedikit lebih mahal 400-500Rb (model Bungalow). Untuk kamar yang kami singgahi ini sudah ada Kamar mandi dalam, Kasur lesehan, ukuran ruangan -+3X7 memanjang, mirip kontrakan cuma tanpa sekat.

Skip,.. pagi hari kami bersiap tuk berangkat melanjutkan perjalanan menuju Objek wisata. Tanya si Mamang, kira-kira 3-5KM lagi. Wah, tau ngga Sob? Ternyata, tidak jauh dari jalur extreme semalam, -+1 KM baru ketemu lagi dengan deretan Vila yang lumayan banyak dan harga yang dipasang lebih murah 200-300Rb, “Ah sudahlah rezeki si Mamang”, gumam saya.

Berhubung ada beberapa Objek wisata yang menarik perhatian, kami putuskan untuk menuju Pemandian Air panas dulu, baru Ke Curug, karena ada beberapa Curug di kawasan Objek wisata Gunung Salak Endah ini, kami memutuskan memilih Curug Seribu. Kunjungan ke Pemandian air panas saya skip aja ya Sob, emang ente mau liat ane mandi? Hehe.. :D  lagipula saya juga ga mandi, Cuma menemani anak Lanang kecipak-kecipuk di kolam air hangat saja. Review Singkatnya jalur menuju ke Pemandian cukup enak dari parkiran -+500M, jalur tangga menurun. Parkir mobil Rp. 10,000, Motor Rp. 5,000. Masuk Objek Wisata Pemandian Rp. 7,500. Nyemplung kolam air panas Rp. 5,000 (anak) – Rp. 7,000 (dewasa). Ada 2 kolam disana, untuk anak2 (dangkal) dan dewasa (dalam), dan ada juga beberapa pancuran. View disekitar sangat indah, sungai dan bukit, serta ada penginapan yang murmer di dalam kawasan pemandian, start from 100Ribuan. Recommended lah tempatnya. Oiya hampir lupa, untuk masuk ke Kawasan Wisata Gunung Salak Endah ini kita akan dipertemukan oleh Gapura dan Pos penjagaan pintu masuk, tarifnya Rp.10,000 perorang (mobil/motor sudah termasuk).

GSE Air Panas

Tracking Air Panas

 

 

 

 

 

Pemandian Air Panas

Pemandian Air Panas

Kami lanjut ke Objek wisata ke 2, yakni Curug Seribu. Dari Objek wisata Pemandian air panas tadi, -+2 KM ke atas. Jalur lumayan extreme menuju Lokasi. Dari Baliho jalan raya menuju parkiran -+1 KM, jalan bebatuan terjal, mirip Offroad. Akhirnya kami tiba di lokasi parkiran Curug, dengan tarif sama Rp. 10,000. Lalu kami menuju ke pintu masuk Rp. 7,000. Ada penjaga disana, tanya2 sedikit jarak tempuh -+1KM, waktu tempuh 30-60menit.

Tracking Curug Seribu

Gapura Curug Seribu

Tracking 1 Curug Seribu

Tracking 1 Curug Seribu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalur awal masuk, mendaki -+100M, cukup lah buat pemanasan, dengan rambu yang ada mengarahkan kami ke arah Curug. Lepas itu, kami dipertemukan dengan lokasi perkemahan, kebetulan Curug Seribu ini dilengkapi dengan Perkemahan. Seru kan..? Jadi kalau mau ngirit, ya bawa tenda kesini, Sekalian Mini Hiking Sob, makan – mandi gampang, tinggal turun ke bawah ada warung.😉

Jalur Awal Curug Seribu

Jalur Awal Curug Seribu

 

Lanjut Tracking dengan jalur landai, masih ada jalur dengan batu kali yang tertata rapi, atau dipinggirannya ada jalan setapak, -+200M diujung jalan ini ada Pos 1. Lumayan buat sekedar atur napas atau rebahan, dan minum (Berhubung puasa, jadi ga bisa sob) :(  Tapi jalur masih enak lah dan udara juga sejuk, jadi dahaga tidak begitu terasa, seperti Hiking ke Gunung, sedikit dahaga, tapi perlu atur nafas baik-baik agar stamina nggak kedodoran. Oke, lanjut Tracking, kali ini jalan mulai menurun, dengan jalur tangga tertata rapih, cukup ekstrem, karena jika dalam kondisi hujan pasti akan licin. Terlihat juga ada beberapa pekerja saat itu, yang sedang membuat jalur baru/alternatif yang sama, anak tangga menurun, Cuma tidak begitu ekstrem, -+300M.

Selepas jalur yang dengan tangga rapi tadi, kami disuguhkan dengan Jalur setapak ekstrem naik-turun -+500M ditengah-tengah hutan belantara. Barulah mulai berasa disini, apalagi sambal gendong anak Lanang, napas mulai ngos-ngosan. Tapi berkat kemauan yang keras dan semangat disertai sedikit pengalaman Hiking Gunung. Alhamdulillah jalur ekstrem ini bisa dilalui dengan selamat sampai kami tiba di Pos bayangan. Sedikit terobati rasa lelah tadi dengan adanya Curug kecil di Tracking.

 

 

 

Sambil istirahat sejenak, main-main air, ambil beberapa foto lalu kami lanjutkan perjalanan.

Pos 1 Curug Seribu

Pos 1 Curug Seribu

Tracking 2 Curug Seribu

Tracking 2 Curug Seribu

Pos 2 Curug Seribu (Curug Mini)

Pos 2 Curug Seribu (Curug Mini)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jalur masih sama, yakni ekstrem menurun, malah lebih ekstrem lagi karena sudah mendekati lokasi Curug, terbukti dengan suara hujaman air terjunnya yang khas dan ditandai jalur yang basah karena karena terkena embun air. Sayup-sayup juga terdengar suara gemuruh orang-orang yang berada disana.

Akhirnya terlihat sudah penampakan Curug Seribu yang Indah itu dari kejauhan, membuat kami kembali bersemangat tuk mengakhiri jalur ini. 10-15 menit dan kamipun tiba di Lokasi Curug, Subhanalloh, keindahan karya Sang Maha Pencipta. Tanpa basa-basi langsung saja kami ambil foto utama Curug. Baru turun untuk menikmati kesegaran air terjun yang dingin. Byurr..

Seketika hilang lelah, dahaga tadi, walau dalam hati berkata; “ini jalur pulangnya nanjak, pasti tepar”, Enjoy sajalah😀

2015-06-21 11.48.33

Tracking 3 Curug Seribu

2015-06-21 12.09.12

Tracking 4 Curug Seribu

2015-06-21 12.28.53

Curug Seribu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang perlu diperhatikan di dalam area Curug adalah Jalur pembatas, ini wajib dipatuhi Sob, karena memang daerah rawan. Jika cuaca berubah tiba-tiba Mendung/Hujan, air bah sewaktu-waktu akan tumpah dari atas air terjun dengan Volume air otomatis akan meningkat drastis. Kitapun tidak diperbolehkan berenang tepat dibawah pusara air terjunnya walaupun ada kolamnya, karena sangat dalam dan pernah kejadian ada korban jiwa disana. Hal ini dibenarkan dengan berita dari browsing, dan memang ada cerita Mistis juga disini😦 Jadi pesan saya, boleh kita bermain dengan alam, tetapi harus diingat kita, tidak boleh jumawa dan senantiasa waspada, permisi-permisi lah istilahnya.

Curug Seribu

Sungai Curug Seribu

Curug Seribu

Pusara Curug Seribu

Curug Seribu

Curug Seribu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah puas nyempung di kali air terjun, kamipun bersiap tuk kembali pulang, mengingat jalur menanjak dengan gendong anak Lanang hampir disepanjang jalan, tangan berasa pegal, kaki pun mulai gemetaran.😀 Di jalur pulang baru mulai berasa dahaga, namun kami selalu dialihkan dengan melihat keindahan pemandangan Alam, sehingga dapat menghapus rasa dahaga tersebut. -+45 menit akhirnya kami telah tiba kembali dengan selamat di Pos Pintu masuk.

Total jalur -+1000M = 1KM Tapi kalau dirasa atau dihitung ulang pasti lebih dari 1Km. Mungkin maksud Aa penjaga Pintu masuk 1KM itu jika ditarik garis Vertikal lurus dari atas sampai bawah Curug, sementara Tracking sesungguhnya landai, naik-turun & berkelok2. Jadi lebih dari 1Km, haha…😀

Okelah, sekian Review perjalanan singkat kami di Curug Seribu Kawasan GSE. Semoga bisa memberikan informasi yang bermanfaat. Bersyukur Allah telah menciptakan alam yang indah di bumi ini yang dapat kita nikmati setiap saat.

Keep Sporty & Stay Healty,..🙂

Saran: Jika Sobat mau menuju tempat wisata alangkah baiknya browsing atau cari informasi terlebih dahulu, agar tau medan, estimasi biaya, jarak tempuh, dll. Jaman udah canggih Sob, tinggal klik semua informasi ada. Kalau kami sih, biar lebih greget aja, Wisata Dadakan. Hehe..🙂

 

Bogor, 20-21 Juni 2015

Berita terkait & referensi : Curug Seribu

 

Dirgahayu Republik Indonesia ke 70. 
“Segala bentuk Penjajahan di Negeri ini harus dihapuskan..!”

 

 

One Response to “Perjalanan Wisata ke Curug Seribu”

  1. hi!,I really like your writing so much! share we keep up
    a correspondence extra approximately your post on AOL?
    I need an expert on this space to solve my problem.
    May be that’s you! Looking ahead to look you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: