Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • July 2016
    M T W T F S S
    « Jun   Aug »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Perjalanan Transit terlawas

Posted by fajr on July 17, 2016

Tanggal 13 Juli 2016 merupakan hari yang bersejarah buat kami sekeluarga, (saya Ayah Fajar, ama Tina, anak lanang Ara Fathi). Dimana pada hari ini kami akan merantau dan Hijrah dari kota negara tercinta Jakarta, Indonesia menuju negara tetangga Burma, yang kini lebih dikenal dengan nama Myanmar. Kepergian kami, eh mungkin lebih tepatnya istri saya, adalah merupakan bagian dari Tugas Negara, dimana Istri saya ditugaskan untuk mengajar di salah satu Sekolah Indonesia Luar Negeri disini, tepatnya di kota Yangon, Myanmar.

Bukan pengalaman bagaimana kami pertama tinggal disini, karena baru 1 x 24 jam kami disini, jadi belum bisa menceritakan tentang kehidupan kota ini, mungkin lain waktu pasti akan saya ceritakan. Singkat cerita, sesuai dengan judul diatas, adalah Perjalanan Transit terlawas,😀 kenapa demikian? Begini ceritanya.

Pagi itu 13 Juli 2016, 6:30WIB kami berangkat dari rumah tercinta di Cilangkap, Jakarta Timur, diantar Ibu mertua, adik Ipar dan Driver yang masih tetangga ibu mertua. Perjalanan -+ 1jam kami tiba di Bandara Soekarno Hatta. Sekitar jam 7 lewat kami sudah tiba, dan sudah janjian dengan pihak Kemdiknas Pak Syamsi. Beliau sudah stanby disana untuk membantu kami Check In, tak lupa beliau memberikan pita merah putih untuk diikatkan ke koper sebagai symbol & tanda. Selepas check in beliau pun langsung pamit karena masih ada tugas di kantor. Jadwal penerbangan kami jam 9:30WIB, dengan itenary; CGK T2E 9:30 – 12:30 SIN T3. Transit 1 jam 20 menit di Singapore. Lanjut SIN T3 13:50 – 15:20 RGN.

Changi Int Airp

Changi Int Airp

Dari jadwal & itenary tersebut jelas Take Off kami dari Terminal 2E Soekarno Hatta, ini berjalan lancar & tepat waktu, secara maskapai kebanggaan negara kita. Namun cerita seru terjadi saat Landing di Changi Singapore, masih sesuai jadwal kami tiba di Terminal 3, tanpa info sebelumnya dan baru kami ketahui saat keluar pesawat oleh crew maskapai, bahwa ada Transfer dari Terminal 3 ke Terminal 1D. Kami bergegas jalan, setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup lama saat keluar T3. Sambil menikmati kemegahan Changi, kami berjalan menuju Terminal 1 dibantu dengan adanya SkyTrain yang keren. Sampai T1 D ternyata kami dioper lagi disuruh ke Terminal C (lha padahal tadi ngelewatin) “hurry-hurry, you don’t have much time”, seru petugas. Kamipun bergegas ambil langkah cepat & berlari mengingat jarak T1 D ke T1C lumayan jauh. Akhirnya kami sampai di T1 C dan apa yang terjadi? Petugas bilang; “Youre are late. Gate will Closed”. “What??” Walau sudah kami jelaskan & sempat terjadi argument disana karena waktu masih 25 menit sebelum jadwal keberangkatan, namun mereka kekeh tidak membolehkan masuk yang mana seharusnya kami sudah tiba 1 jam yang lalu. Akhirnya mereka menyarankan kami untuk menghubungi Agen tiket pesawat. Kamipun bingung bagaimana cara menghubungi, lalu kami menuju pusat informasi dan bertanya bagaimana agar kami bisa melakukan telepon ke pihak agen pesawat Garuda Indonesia cabang di Singapore. Kami diarahkan menuju penukaran uang & disana disarankan untuk membeli nomor lokal agar dapat menelpon. Masih dalam keadaan panik & bingung kami ke money changer, setelah menukarkan uang kamipun bertanya dengan petugas disana, sebut saja Bu Jamilah. Kami jelaskan kronologisnya, dengan sangat baik hati dia memberikan informasi dan arahan kepada kami. Setelah menghubungi pihak maskapai GI cabang & menjelaskan kronologisnya serta sedikit berargumen, akhirnya pihak maskapai bersedia memberikan tiket untuk reschedule jadwal untuk besok, Alhamdulillah…

Andai saja tiket pengganti tidak didapat, bayangan Deportasi mungkin saja menanti, mengingat persediaan uang kami yang terbatas, tidak cukup buat beli tiket lanjutan ke Myanmar.

Ditengah harapan itu, kami pun berfikir bagaimana dengan barang bawaan Cargo kami?? Setelah kembali ke informasi, versi mereka barang cargo tidak akan diberangkatkan ke tujuan sebelum kami lapor transit/check in kembali. Waduh..? Masalah lanjutan ini, kami coba tanya2 informasi ke saudara-kerabat yang pernah pergi dengan transit dan beritanya masih simpang siur. Ada yang menyatakan barang akan langsung dikirim, namun ada pula yang bilang tidak. Kamipun menuju kembali menuju T3 tempat kami landing dan mencari barang bawaan cargo, dan setelah dicari disana ternyata tidak ditemukan. Sudah laporan ke pihak petugas dan ternyata barang juga tidak ditemukan. L Kami kembali mencoba menghubungi pihak GI, perihal barang bawaan kami & informasi yang kami dapat kembali tidak akurat. Mereka tidak yakin apakah barang bawaan sudah dikirim atau belum. Akhirnya kami menemui petugas GI di T3, dan kata mereka barang cargo akan langsung dikirim ke tujuan sesuai check in awal. Sedikit lega, tapi jujur saya sendiri belum puas dan pasrah saja, namun percaya kalau barang bawaan tidak akan hilang.

Setelah cargo ada sedikit kejelasan, kami berfikir bagaimana 1×24 jam di Singapore ini, mau bermalam dimana, secara Hotel mahal. Sempat berkomunikasi dengan saudara di Jakarta dan akhirnya menyarankan untuk menginap ke rumah om Wawa, kebetulan anak-anaknya (Fesa & Marcel) sudah pulang & berada dirumah. Oiya, masih ada saudara disini ya, beruntung tempo hari sempat ketemu pas Lebaran di Jakarta. Tak lama om Wawa pun menelpon saya menanyakan apa yang terjadi & sayapun menjelaskan kronologisnya. Jadikan ini pengalaman dan kemungkinan saya yang lelet, ujarnya. Masih aja label lelet melekat di saya, hehe..😀

Setelah dijelaskan om Wawa rute perjalanan menuju rumahnya, akhirnya kami bergegas menuju lokasi via Bus City mengingat waktu sudah beranjak sore. Terimakasih om Wawa, tante Evi & keluarga yang sudah menyediakan kami tempat singgah. Thanks to mba Tini yang sudah melayani kami dengan sangat baik.🙂

Esok harinya, kamipun menuju Bandara in time jadwal 1:50 flight dari rumah jam 9:30 kami sudah meluncur & tiba di lokasi sekitar jam 10. Ternyata loket check in belum dibuka & baru buka pada jam 11:00. Saat check in kami bertanya kembali perihal barang bawaan cargo & setelah di check cukup lama, ternyata barang-barang kami masih ada di sini. Alhamdulillah.. Asumsi saya benar bahwasannya barang masih berada disini sesuai informasi kemarin. Jadi barang tidak akan berangkat jika tidak lapor Transit kenapa kemarin tidak ada? Kemungkinannya barang sudah sempat dipindah dari Terminal 3 ke Terminal 1.

Beruntung kami bertemu warga Myanmar yang akan pulang, jadi kami ngobrol dengan mereka. Sampai di gate T1 C16 jam 11:30 dan kata petugas “to early”. Jam 1:50 kami Take Off Changi menuju Yangon dan Landing sesuai jadwal 3:30. Dengan selamat & disambut dengan meriah se-NKRI dari teman2 IISY.

Did you know:

  • Changi International Airport adalah salah satu bandara termegah & tercanggih di dunia.
  • Changi International Airport merupakan bandara dengan traffic terpadat & terketat. Jadi 20-30menit sebelum Take Off, boarding sudah ditutup.
  • Boleh jadi karena 2 hal tersebut, membuat kami terpesona ndeso sehingga terlambat boarding Transit, selain hal2 tak terduga lainnya diatas.

“Keep Safe flight, discipline & Pray”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: