Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • August 2016
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 4 other followers

Perjalanan 3 Pekan di Yangon

Posted by fajr on August 5, 2016

Mingalabar., (artinya Halo)

Yangon merupakan salah satu kota besar di Myanmar (Burma). Dulu kota ini adalah ibukota negara, sebelum pindah ke Naypyidaw.

Selama 3 pekan banyak pengalaman menarik disini, walaupun kami masih dari suku ras Asia akan tetapi budaya kita berbeda, buktinya setiap bertemu orang dijalan kami langsung diajak berbicara lokal, tentu saja muka bingung dan saya jawab English please? I’m from Indonesia.😀 Berikut saya coba merangkumnya dalam beberapa hal:

  1. Biksu
Jpeg

Biksu

Sebagai mayoritas penganut agama Budha yang taat, tentunya keberadaan Biksu sudah tidak asing disini sebagai anggota yang dihormati masyarakat.

Sering kami jumpai biksu berjalan kaki, khususnya di pagi hari. Mungkin mereka mau ibadah ke suatu tempat, yang menarik adalah sering kali para biksu itu mampir ke warung-warung, bukan untuk jajan namun meminta sumbangan uang kepada pemilik warung.

 

 

 

  1. Tata Kota

Banyak tempat eksotik disini, yang terkenal di Yangon tentu saja keberadaan Shwedagon Pagoda. Bangunan bersejarah kuno, rumah susun yang menambah kesan kumuh walau sudah mulai dibangun beberapa apartemen di sudut kota. Iya, memang Negeri ini baru saja memulai geliat perekonomiannya, sejak lepas dari bayang rezim otoriter. Semoga saja kedepannya semakin maju.

Kota Yangon

  1. Pakaian Tradisional

Hal menarik ialah masih kuat budaya menggunakan Sarung (biasa disebut Longyi). Dari orang dewasa yang bekerja, sampai anak-anak sekolah semua memakai sarung, dengan corak yang sedikit berbeda dengan sarung di Indonesia pada umumnya. Cuma disini orang ke Mall mau pakai sarung, masak kita malu jika ke Masjid pakai sarung?

  1. Adat & Tradisi Nyirih

kios SirihSeperti halnya orang Indonesia jaman dahulu, nyirih (nginang, kalau kata orang Jawa) masih dilakukan oleh sebagian besar orang Myanmar. Buktinya banyak kaki lima daun sirih ++ yang menjajakannya di sepanjang pinggir jalan. Bukti lainnya adalah banyak ludah merah bekas sirih bertebaran di jalan., ieuuh..😯

 

 

 

  1. Makanan

Makanan merupakan hal penting dalam jatung kota ini, buktinya banyak kios/kaki lima makanan bertebaran di pinggir jalan. Dimana setiap orang rata-rata membawa makanan untuk bekal makan siang, dan sarapan dilakukan di rumah.

Selama disini kami pesan masakan ke Mimi, “Nanny” (begitu biasa sebutan untuk PRT disini). Bentuk nasi cenderung besar, walau terlihat besar tapi seperti tak berisi saat dimakan. Ini yang dirasa aneh, makan banyak kok tidak merasa kenyang ya? Faktanya saya bisa makan 4-5 kali disini. Ups..:mrgreen: Oiya jajanan yang cukup terkenal seperti di Indonesia juga banyak, seperti gorengan, rujak, sampai martabak telor.

Pesannya hati-hati jika ingin makan makanan di pinggir jalan, selain belum pasti Halalnya, dan faktor Higienis. Jadi walaupun tampak enak & menggiurkan, belum tentu cocok buat kita ya sob.

20160803_085147dapur Mimi

  1. Kendaraan umum

    Jpeg

    taxi & becak sepeda

Menurut informasi yang didapat, pada tahun 2013 jalanan di kota ini masih sangat sepi, jarang kendaraan bermotor. Waktu itu mungkin hanya kendaraan umum, bus kota & kereta sebagai sarana transportasi umum. Memasuki tahun 2014-2015 barulah perubahan besar terjadi dimana mobil diperbolehkan masuk sehingga mulai banyak kendaraan pribadi dan taxi khususnya memenuhi hampir sebagian jalan kota. Mulai saat itu tampak semrawut jalanan, terlebih etika berkendara disini yang menurut saya masih kurang. Mirip lah dengan karakter orang Indonesia. Hehe..😀

 

  1. Kendaraan pribadi

Satu hal yang cukup bikin terkejut sekaligus bahagia adalah tidak diperbolehkannya motor roda 2 ada di jalan protokol dan di sebagian jalan di kota ini. Selama disinipun kami jarang menemukan motor. Berbeda dengan roda dua sepeda diperbolehkan, buktinya masih banyak orang bersepeda dan juga ada banyak becak sepeda disini. Setidaknya dengan tidak dierbolehkannya sepeda motor cukup mengurangi tingkat laka lantas.

 

  1. Hewan Liar

20160806_170714

Beberapa hewan banyak berkeliaan bebas disini, bermacam burung dan sampai anjing. Yang menarik ialah kehadiran burung gagak cukup banyak, dimana disebagian daerah burung gagak mempunyai kesan magis & mistis, tapi disini menjadi hal biasa.

 

 

 

 

Demikianlah review singkat tentang kesan-pesan selama 3 pekan pertama kami di Yangon, Myanmar. Semoga dapat menambah wawasan kita. Jika kalian suka dengan keadaan Jakarta tempo dulu, kota ini cocok untuk dikunjungi. Sekian dan Wassalam.

#BerbagaiSumber🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: