Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • March 2017
    M T W T F S S
    « Nov   Apr »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 5 other followers

Pengalaman Sholat di Masjid Syiah

Posted by fajr on March 2, 2017

Yangon, Sabtu 25 Februari 2017.

Sore itu kami (saya dan teman saya, sebut saja Eka *nama sebenarnya) berjanji bertemu di sebuah restoran di kawasan Downtown Yangon, Myanmar.

inwa-resto

inwa-resto

Inwa restoran adalah salah satu restoran Halal lengkap dengan berbagai menunya, dari minuman, makanan ringan, roti, menu utama sampai desert juga disediakan disini. Selain Halal, harga yang dipatok juga cukup standar. Soal rasa, cocok dengan lidah orang Indonesia. Lokasi cukup strategis ditengah kota Downtown dan berada di kawasan Muslim dimana cukup sulit sebenarnya mencari makanan dengan label Halal disini, karena keberadaan Muslim sebagai minoritas. Eka pesan mi goreng (salah satu menu andalan), minum jus jeruk-madu dan saya pesan nasi dengan capcay ayam, minumnya Faluda (minuman andalan kota ini, semacam cendol) silahkan gugling sendiri ya sob. hehe… awas ngeces  😀

Oke, kita ngga akan bahas lebih lanjut soal makanan di Inwa. Selepas temu kangen dan ngobrol sebentar, waktu sudah menunjukkan sudah jam 18:30. “Ayo kita sholat di Masjid sekitar sini”, ujarku. Eka pun mengiyakan. Sedikit menyusuri jalan 31, kamipun menemui sebuah masjid megah dipinggir jalan 31 lower, dekat Sule Pagoda.

Melihat bangunan masjid yang megah ini cukup bertanya-tanya, dimana mesjid di Myanmar pada umumnya tidak tampak seperti masjid, sedikit tertutup dan biasa saja. Tapi ini lengkap dengan menara Masjid. Setelah berwudhu kamipun masuk ke halaman dan aula masjid. Kami berbisik,”ini seperti masjid Syiah ya bro?” “iya.., sudah yang penting niat kita ibadah.” Waktu itu ada jamaah baru saja menyelesaikan sholat dan sedang Sholawat.

Interior masjid yang sedikit berbeda pada umumnya adalah posisi tengah dikosongkan, tidak untuk sholat, tetapi seperti aula pertemuan dan didepannya ada 3 Singgasana dengan kaligrafi dan pedang pada masing2 singgasananya. Di sisi kiri, untuk jamaah perempuan dan di sisi kanan untuk jamaah laki-laki, ada kursi pada masing-masing sisi kanan-kiri dan buku tahlil di tiap kursi tersebut.

Interior dalam Masjid Syiah

Interior dalam Masjid Syiah

Setelah sholat, Eka keluar lebih dahulu dan sempat ngobrol dengan salah seorang jamaah di luar. Saya pikir itu temannya. Saya masih kagum dengan masjid ini, berniat mengambil foto. Cekrek.. Saat hendak berjalan ke luar, saya dipanggil salah seorang jamaah di dalam. “waduh, jangan-jangan tidak boleh ambil gambar di dalam Masjid ini”, gumamku. Sayapun menghampirinya, dengan deg-degan.

Abdullah (sebut saja namanya) : ငအက ဘေတေ ေစေ၊ ? (bahasa Burmese)

Saya: muka bingung.. 😮

Abdullah: “menunjuk plastik bawaan saya”

Saya: ooh, this is baby oil, for healty. (ga boleh sebut merk) 

Abdullah: ooh, you are Foreign?

Saya: yes, im from Indonesia.

Abdullah: Do you know Syiah? Sunni?

Saya: Yes, i know.

Abdullah: Syiah, Sunni is same, No different.

Saya: Yes, all Muslim is brother right?

Abdullah: Yes, do you know this is Masjid Syiah?

Saya: No, because this is my first time I pray here. 🙂

Abdullah: Ooh, this is Masjid Syiah.

Saya: Ooh, (menggangukan kepala) 

Abdullah: Nice to met you, my name is Abdullah and this is my son (sebut nama, tapi lupa sambil menunjuk ke sebelahnya).

Saya: Nice to meet you to, my name is Fajar. (sambil bersalaman kepada keduanya) 

Abdullah: That is your brother? (menujuk ke arah depan)

Saya : Yes, he is my friend also from Indonesia.

Abdullah: okay, see you later.

Saya. See you, thank you.

Demikian sedikit percakapan singkat kami dengan jamaah Syiah. Saya dan Eka bergegas meninggalkan masjid itu sambil sedikit bercerita tentang percakapan kami tadi.

Jujur, saya sendiri belum tahu banyak tentang Syiah itu seperti apa, hanya mendengar dari berbagai berita & broadcast medsos. Jadi tidak banyak yang bisa disampaikan, cuma sekedar berbagi pengalaman saja. Dengan harapan kelak Islam itu satu dan semua bersaudara, walau memang sudah dijelaskan; “akan datang suatu masa, dimana Islam akan terpecah menjadi sekian golongan” Iya, saya percaya itu dan ini pertanda bahwasannya hari akhir tu semakin dekat. Semoga kita semua dpat mengambil hikmah dari setiap kejadian. Wallahu A’lam Bish-Shawab

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: