Sobatpenghibur

Hidup adalah Sebuah Perjalanan

  • maturnuwun..

    Photobucket
  • asal_sobat

    Locations of visitors to this page
  • April 2017
    M T W T F S S
    « Mar    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
  • Archives

  • Info_sobat

  • Photobucket
  • Bisnis Kaos Ondel2

    Ondel2 merah Ondel2 Putih Photobucket http://ondelondelkaos.multiply.com/
  • sobat_tweet

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

  • wahyudi_fajr@yahoo.co.id

    Join 5 other followers

Thingyan Water Festival

Posted by fajr on April 21, 2017

Thingyan သင်္ကြန်? apa itu? Mungkin bagi kebanyakan orang masih awam terdengar, namun bagi warga Myanmar merupakan salah satu momen yang paling ditunggu dimana Thingyan merupakan sebuah perayaan tahunan, bahkan melebihi perayaan tahun baru Masehi pada umumnya. 

Thingyan dalam versi Budha bersasal dari mitos Hindu. Raja Brahma yang biasa disebut Arsi kalah taruhan oleh Raja Dewa, Sakra (Thagya Min), yang memenggal Arsi atas taruhan tersebut. Kepala gajah diletakkan di tubuh Brahma yang kemudian menjadi Ganesha. Sementara itu Brahma memiliki kekuatan yang sedemikian rupa hebatnya sehingga ketika kepalanya dibuang ke laut maka laut akan kering seketika. Sementara apabila dibuang ke tanah akan menyebabkan gersang seketika. Apabila dibuang ke udara maka langit akan meledak dan terbakar. Oleh karenanya Sakra memutuskan bahwa kepala Brahma harus dibawa oleh seorang putri Dewi secara bergantian setiap tahunnya. Sejak saat itu, setiap pergantian tahun menandakan perpindahan kepala Brahma tersebut.

Thingyan adalah Festival Air di Burma setiap Tahun Baru dan biasanya jatuh sekitar pertengahan-April (bulan Burma dari Tagu). Ini adalah festival Buddha yang dirayakan selama empat sampai lima hari, dan puncaknya pada tahun baru. Sebelumnya tanggal festival Thingyan dihitung menurut kalender lunisolar tradisional Burma, tetapi sekarang ditetapkan dalam kalender Gregorian 13-16, April. Festival ini sering bertepatan dengan Paskah, hingga kemudian tanggal festival tersebut ditetapkan sebagai hari libur paling penting di seluruh Burma dan merupakan bagian dari liburan musim panas di akhir tahun ajaran. Memercikan air atau menyiram satu sama lain dengan beragam cara adalah hal yang membedakan festival ini dengan festival lainnya, dan dapat dilakukan pada empat hari pertama festival. Namun, di sebagian besar daerah,hal itu hanya dilakukan sampai hari kedua.

Secara tradisional, Perayaan Thingyan dilakukan dengan percikan air wangi dalam mangkuk perak menggunakan tangkai thabyay (Jambul), hal ini menjadi kebiasaan yang lazim dilakukan di daerah pedesaan. Percikan air itu secara metaforis dimaksudkan untuk “membasuh” dosa seseorang dari tahun sebelumnya. Di kota-kota besar seperti Yangon, selang taman, jarum suntik besar yang terbuat dari bambu, kuningan atau plastik, pistol air dan perangkat lain dari mana air dapat digunakan untuk menyemprot air selain mangkuk lembut dan cangkir, bahkan balon air sampai dengan selang kebakaran juga telah digunakan! Waktu perayaan ini jatuh pada suhu  terpanas sepanjang tahun dan kegiatan saling menyiram disambut baik oleh sebagian besar warga. Setiap orang boleh disiram dan tidak boleh marah kecuali biksu dan wanita hamil. Hal iseng aneh lainnya yang terjadi adalah beberapa orang menggunakan air es yang disiramkan ke atau oleh para warga yang berkonvoi dengan mobil. Hal ini akan membuat korban yang disiram terkejut, menjerit kemudian  diikuti oleh tawa dari korbannya. PWE (pertunjukan) oleh dalang, orkestra, rombongan tari, komedian, bintang film dan penyanyi yang beraksi di atas panggung termasuk kelompok pop modern juga merupakan aksi yang mewarnai  Thingyan selama festival ini berlangsung.

Seperti layaknya tahun baru, semua orang penuh suka cita dalam merayakan Thingyan ini. Tak jarang selain bermain air, mereka juga meminum minuman keras yang sering berakibat pada perkelahian, kecelakaan dan korban jiwa. Ini sungguh sangat disayangkan.

Setelah hari terakhir Thingyan berlalu, kini saatnya mereka berubadah ke Pagoda, layaknya bertaubat setelah membersihkan diri dengan air, (kalau di Jawa seperti Padusan, sebelum memasuki bulan Romadhon). Thingyan sebanding dengan perayaan tahun baru lainnya di daerah Buddhis Theravada di Asia Tenggara seperti Lao Tahun Baru, Kamboja Tahun Baru dan Songkran di Thailand.

Demikian sedikit informasi mengenai perayaan Thingyan di Myanmar, semoga menambah wawasan dan cakrawala dunia kita. Kalian berminat main air disini sob? Silahkan datang pada bulan April. 😀

https://id.wikipedia.org/wiki/Thingyan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: